Rabu, 02 November 2011

Kawanku ( penjahat kecil sialan ! )

Kawanku berlari, terus berlari. entah apa, siapa yang mengejarnya ?
Jadi budak kegelisahan yang kutahu.
Kawanku mencaci dikegelapan, terus berlari.
Hingga hujan reda mungkin kembali.

Kawanku kembali... Raut wajahnya pilu dan perut membuncit.

Kawanku kembali berlari, lebih kencang. Kali ini berbekal coreng hitam diwajahku.

Kawanku penjahat kecil sialan ! Tak pernah kenyang dan mengendus endus jika lapar.

Sampai kapan ?

Rabu, 26 Oktober 2011

Kau Tak Tahu ( pinjam hatimu )

Ku mengenalmu tanpa batas, dimana ruang dan bangku - bangku yang tertata adalah simfoni. yang kupupuk hitam rambutmu, dengan gelombang - gelombang kecil hatiku tertinggal dihelai rambutmu.
Dibatas senja saat semilir angin bercumbu didedaunan. Aku dipelataran hati menyibak tabir. Sembunyi - sembunyi kurajut rindu yang menggebu. Ini caraku mendatangkan pelangi tanpa hujan.
kau tak tahu...

Kamis, 20 Oktober 2011

Beda ( bukan tuk dibedakan )

Cinta

Apa yang kau tangisi?
Perbedaan!

Lihatlah langit malam...
Jutaan bintang dengan setia menemani
kesendirian bulan
Mereka berbeda!
Kebersamaan tak lekang setiap malamnya

Apa lagi yang kau risaukan?
Kasta!

Hei Orang Tua sipemilik jiwa yang rapuh
Tega kau kubur hidup-hidup sebuah pengharapan

Penuh takzim dan aku bersimpuh atas nama Tuhanku
Roda kehidupan kan terus berputar

Selasa, 11 Oktober 2011

Ibunda Lara

Bias - bias cahaya pagi menabuh genderang
Pecah jerit diatas keagungan cinta
JIHAD FISABILILLAH. Hidup mati bertaruh dalam jiwa

Malaikat kecil menangis...
Segenap gundah terkubur bahasa suka
Mendekap hangat bisikan lembut merasuk sukma
"Ini dunia barumu. Dunia yang membesarkanku dan kelak membesarkanmu"
Ceritakan pada mereka tentang rasa sakitku

Jangan berteriak... Jangan! Ibunda kan lara
Tundukan kepala dan aminkan kata - katanya
Cium tangan yang memberimu kedewasaan
Cium pipinya yang selalu basah karena air mata
Bila perlu cium kakinya! Ambil surgamu...

Ibunda lara, kan selalu gelisah
Walau berapa besar kedewasaan yang tercipta
Ini penghayatan tulus atas nama cinta

Selasa, 04 Oktober 2011

Wajah dibalik senja

Wajah dibalik senja

Tampak gelisah

Pesonanya memudar kala matahari memberi
salam perpisahan
Sekejap mata gelap langit merundung asa
Hanya terdiam,
dan awan tanpa segan membuat pagar

Kini kau hanya sebuah wajah
Tanpa nama
Tanpa sebuah arti
Cerminlah pengobat rasa pilu

Kamis, 22 September 2011

Sunrise

Sssttt...
Lihat matanya perlahan terbuka
Burung-burung menyambut gempita
Embun-embun pun bergegas meninggalkan rumah
Pejamkan matamu. Rasakan kehangatan yang membumi
Biar sinarnya merasuk kalbu
Membuka jendela hati yang tertutup

Senin, 19 September 2011

O.. Pria malang

Bilamana kejujuran menjadi harga mati
mari berbincang tentang ke egoisan dan
menukarnya dengan luka
itu harga yang pantas. Untuk budak yang memerdekakan
masa lalu dari hatinya

Mari berdoa dan mengaminkan budak yang memerdekakan
Hatinya
tak harus jadi si munafik kala siang
kakinya kini seringan pikirannya
karena lelah simbol semangat yang sesungguhnya

Bilamana bertemu dengannya
Beri pelukan hangat dan bisikkan dengan lembut padanya
"Biar waktu yang menyembuhkan lukamu"